3 Suggestions Atur Keuangan Agar Tetap Hemat Selama Pandemi

Untuk menghadapinya, kita harus bisa mulai mengatur keuangan dengan baik. Selain harus lebih berhemat, kita juga harus lebih bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan. Pendapatan yang menurun, harus dimaksimalkan dengan pengeluaran sehari-hari. Sebetulnya, menyisihkan dana darurat bukan hanya diperlukan untuk situasi seperti saat ini, ketika wabah virus corona merebak. JAKARTA, KOMPAS.com – Menjalani pembatasan sosial di masa wabah virus corona ini membuat banyak orang menghabiskan waktunya sehari-hari di rumah. Sejatinya, membuat daftar pengeluaran menjadi tiang untuk mengetahui kesehatan keuangan seseorang.

Kamu mulai dapat mencoba memasak sendiri makanan sehari-hari agar lebih berhemat. Mungkin sesekali dapat mencoba makanan melalui pemesanan ojek on-line tetapi kamu perlu memperhitungkan seberapa banyak pengeluarannya yang kamu keluarkan. Ingat diawal untuk tetap sesuai dengan rencana keuangan yang sudah buat sebelumnya. Apalagi dengan menurunnya banyak perusahaan beroperasional bisa dapat mengurangi pendapatan karyawan atau bahkan berujung PHK.

“Tetapi kenyataannya saya tidak punya lebih banyak waktu luang. Saya masih harus bekerja dari rumah dan sejujurnya saya mengalami kesulitan untuk bertahan dan menangani kesehatan psychological saya.” Dia membeli berbagai macam barang seperti alat tenun, pola menjahit classic untuk general pria, permainan papan Jerman, dan papan seluncur. Apakah pandemi Covid-19 berhubungan dengan meningkatnya beberapa perilaku pembelian on-line kamu di rumah? Di lini lain seperti transportasi juga mengalami kenaikan harga sehingga membuat pengeluaran kian membengkak. Jika utang tidak terselesaikan dengan baik sesuai kesepakatan akan menyebabkan masalah di kemudian hari.

TIdak boros di masa pandemi

Bagi yang mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi, segera lakukan penyesuaian di dalam keuangan. Evaluasi anggaran dan perketat setiap pos pengeluaran yang tidak begitu penting untuk berhemat. Susun dan jalankan anggaran yang baru dan sesuai dengan besaran pendapatan sekarang, agar kondisi keuangan tetap aman di masa pandemi ini. Cobalah mencari penghasilan lain seperti freelance atau membuka bisnis kecil-kecilan, dan niat itu harus dijalankan dari sekarang.

Hal ini sangat penting, agar pengeluaran Anda tidak sampai lebih besar atau bahkan mengganggu pos penting lainnya di dalam keuangan. Lakukan evaluasi di dalam anggaran keuangan yang selama ini Anda terapkan. Mulailah hal ini dengan cara mengecek seluruh dana yang dimiliki di dalam keuangan, seperti sisa saldo di rekening dan juga uang tunai yang saat ini dipegang. Selain itu, lihat juga portofolio investasi yang dimiliki, misalnya deposito atau bahkan emas batangan. Anda perlu melakukan evaluasi di dalam anggaran keuangan, agar setiap pos berjalan dengan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Agar uang tabungan atau dana darurat gak terpakai, sebaiknya buat rekening secara terpisah. Hanya saja, selama pandemi ini kita bisa potong anggaran untuk hiburan menjadi 10 persen. Mungkin sebagian dari kamu masih bertanya tanya apa maksud dari ideas satu ini. Perlu kamu ketahui terlebih dahulu, bahwa menabung merupakan cara untuk menyisihkan uang terlebih dahulu bukan merupakan menyisihkan sisa uang dari anggaran belanja. Dengan menggunakan cara ini dapat menjadi ideas agar bisa menabung setiap hari di rumah.

Seberapa banyak nasihat dan tips yang kamu baca kalau kamu tak bisa mengontrol dirimu, semuanya tidak akan berhasil. Nafsu untuk membeli barang-barang yang tak penting harus bisa ditekan agar tidak boros. Harus bisa menentukan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Selama barang-barang masih layak dan berfungsi dengan baik, sebisa mungkin hindari membeli yang baru agar pengeluaran tidak semakin bertambah.

Pusat information ini memuat berbagai produk seperti hasil penelitian, lembar kebijakan, buku, modul, dan produk lainnya dari organisasi mitra K-Hub. Sesuai dengan kebutuhan dan jenjang akses, mitra K-Hub maupun masyarakat umum dapat mengakses information K-Hub. Selain itu, situasi ini juga menjadi celah untuk menyebarkan narasi anti negara dan merekrut orang-orang yang putus kerja. Tak sampai di sana, mereka juga menarik simpati masyarakat melalui aksi-aksi kemanusiaan terselubung dan alternatif pendidikan murah.

Konsumen menerima informasi dengan cara lebih mudah dan fleksibel karena tidak perlu mengunjungi toko konvensionalnya sehingga dapat menghemat lebih banyak waktu dan biaya. Cara agar tidak boros walaupun konsumsi listrik meningkat adalah dengan relokasi dana. Ingat, WFH artinya kamu tidak perlu keluar uang untuk transportasi harian seperti biasa.

“Misal, satu keluarga untuk dua kali makan budget Rp 60.000, cari lauk yang bisa untuk empat orang dan dua kali makan,” sambung Aliyah. Jangan sampai Anda membeli hal-hal yang tidak diperlukan karena hanya akan menambah beban. Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Bentuk tabungan dapat berupa deposito, tabungan berjangka, atau investasi dengan pembelian instrument pasar modal.